Thursday, January 10, 2013

KEPERCAYAAN adalah PEMBODOHAN

Hari ke4: Kepercayaan Adalah Pembodohan


Kepercayaan adalah kata yang tidak lagi terdaftar dalam kamus hidupku. Aku tak dapat lagi mempercayai manusia sekitarku. Terlalu banyak topeng yang mereka gunakan, ya meskipun hakikat manusia adalah berpura-pura. Aku masih terpojok di dalam pikiranku. Aku membenci manusia,lalu kusadari aku juga manusia. Aku membenci diriku juga.
Kepercayaan adalah kunci pada segala hubungan yang dilakukan manusia. Kunci kebobrokan. Ya, dengan adanya kepercayaan, mata logika telah tertutup. Segala yang memungkinkan untuk hilang dipertegas dengannya. Kepercayaan pada diri manusia dipercaya sebagai lambang keintiman hubungan, benarkah? Itu hanya pembodohan. Kepercayaan hanya satu partikel, yang tak akan berarti tanpa logika.
Selama ini, sudah berapa banyak manusia tertegun karena kepercayaannya dikhianati? Yang akhirnya membuat mereka mengkhianati di set cerita lainnya. Kepercayaan membuat menusia sadar dan berfikir setidaknya memang kepercayaan itu mahal. Bagai sebuah telur, sekali pecah tidak akan lagi mampu menjadi sempurna. Memang masih ada, hanya saja terpecah menjadi bagian yang juga sisinya dapat melukai jari. Yang dapat menyakiti.
Hidup dalam kepercayaan adalah kebodohan dan hidup dalam ketidakpercayaan adalah siksa. Tidak ada yang lebih nikmat daripada mengimbangi keduanya. Namun dunia tidak pernah imbang. Ya, atur saja sesukamu kau ada di pihak mana. Sisi-sisi yang tak pantas dipilih namun harus dijalani. Segala perbedaan dalam diri manusia sendiri.
Percayakah manusia bahwa ia selalu percaya pada ketidakpercayaan? Dan ia selalu tidak percaya dengan kepercayaan. Manusia selalu meragukan yang pasti dan mempercayai yang tidak pasti. Tidak perlu kuberikan contoh seperti komedi film 2012 tahun lalu. Ya, hampir semua manusia bersiap untuk sesuatu yang tidak pasti. Padahal jelas tertulis di kitab mereka, tidak ada yang dapat mengetahui kapan datangnya kiamat itu. Dan mereka meragukan apa yang sudah pasti terjadi yang tertulis di kitab mereka.
Mereka adalah aku, aku adalah mereka. manusia dalam keterbatasan pikirannya selalu menyombongkan eksistensi kepercayaan di dalam dirinya. Padahal itu akan memakannya dan membuatnya dilumat kesedihan, kesengsaraan dan kehancuran. Eksistensi kepercayaan yang diagungkan hanya akan membawa beribu kemunafikkan datang, untuk kembali mengubah percaya menjadi hina.
                                            
                                       Rasa sakit yang pernah ada di hati manusia tidak akan benar-benar hilang
                                                               

2 comments:

  1. cieee pengalaman pribadi ciee :D

    ReplyDelete
  2. apa yang kau baca disini adalah apa yang aku alami. HUFT~
    yah, blogku iki ngimbangi blogmu lah.
    hahahahaha

    ReplyDelete