Sunday, December 30, 2012

a k u


 a k u

       Hai bahagia, bagaimana kabarmu hari ini? sungguhpun aku mecintaimu, aku tidak ingin kehilangan dirimu, namun kau tak akan pernah kusyukuri ketika aku tak mengenal rasa sakit. Ya, seperti saat-saat dahulu saat kau selalu merangkulku dengan hangatnya. Saat tak pernah kudengar elegi di hariku. Kau ajarkan aku bagaimana tersenyum dan selalu berbuat baik kepada orang lain. Kau biarkan aku menari ditengah butir hujan dan tertawa lepas tanpa beban. Bahagia, aku merindukanmu.
      Kini pedih telah mengenalku dan tak ingin melepas jeratnya dari tubuhku. Juga jiwaku. Pedih mengajarkanku untuk berhati-hati dan berbuat jahat kepada setiap orang. Ia tak akan membiarkanku memberi dan mengasihi. Pedih selalu mengikatku dan membuatku merasa sepi. Ia tak menyakitiku, hanya saja aku tersakiti dengannya. Jika ada satu waktu aku bisa menjauhinya, aku ingin pergi jauh meninggalkan pedih. Aku ingin menemukan bahagia kembali.
       Rintik hujan malam ini membawaku ke beberapa masa silam. Dengan diriku yang selalu bertemu dengannya, ya dulu aku selalu bermain dengan hujan. Aku menantikannya setiap waktu, lalu aku akan bercinta dengannya pabila deras mulai mengguyur. Rintik membawa pesan kepada deras bahwa aku menantikannya, aku merindukannya. Tak perlu menunggu lama, deras akan menjawab rinduku dengan kedatangannya., lalu aku akan berlari mengejar dan memeluknya. Perlahan ia membasahiku, mengajakku bercanda dan bermain. Ya, hujan selalu dewasa memanjakanku.
       Aku merindukan masa itu, masa kecilku. Dulu aku bahagia. Dan kurasa tidak hanya diriku yang merindukan masa kecil, kalian juga pasti akan merindukannya. Karena hanya pada saat itulah kita mempunyai banyak teman seperti bahagia, senang, dan bermain. Karena hanya pada saat ini, semua orang menganggap kita lemah dan tidak pantas untuk disakiti. Ya, hanya pada masa ini. Kita masih belum mempunyai banyak cerita untuk sekedar disombongkan, kita masih belum mempunyai banyak warna untuk ditaburkan di wajah.
        Dulu, Ayah dan Bundaku menyayangiku, memberi segala inginku. Kini, aku menyayangi mereka dan ingin memberikan segalanya kepada mereka. Wejangan-wejangan itu masih sama sejak dari dahulu. Senyum itu masih sama. Kebanggaan atas gairah hidup yang mereka punya selalu menjadi semangatku berusaha. Mereka malaikatku. Meski sayapnya tak terlihat, mereka mampu membawaku terbang jauh melintasi galaxy dan orbit manapun yang kuinginkan.

Terimakasih Ayah, Terimakasih Bunda. Kalian adalah ruhku.

Thursday, December 27, 2012

K I T A


K I T A

Rasaku selalu dihinggapi perasaan yang buruk setelah mengenal kata sakit. Pertanyaan dan pernyataan yang beradu di pikiranku memojokkanku dalam kesakitan, sungguh jika aku bisa memilih aku ingin melepas segala perih ini. Penat yang kubuat sendiri semakin kokoh menghimpitku. Aku semakin merasa sendiri meskipun beribu orang  sudah mendampingiku. Bagaikan permaisuri tanpa rakyat. Aku terdiam dalam imajinasiku sendiri, tenggelam semakin dalam. Merangkai beberapa mimpi menjadi singgasana agar aku bisa bangkit. Namun segala firasat itu seakan memanggil rasa sakit itu sendiri. Entah aku harus berkata apa. Aku mencintainya tanpa syarat, aku terlanjur jatuh didalam pelukannya.
Malam itu, segala rasa sakit yang memuncak hampir saja membunuhku. Aku dikhianati.  Dan dari kesekian kalinya aku mendengar kata penghianatan, namun ini yang terperih. Jika sebelumnya aku berkoar-koar meminta korban agar tegar, kali ini aku yang menjadi korban. Aku terpuruk dan menjadi bisu, aku tuli dan buta. Gelap. Tak bisa lagi aku merasakan segalanya indah. Aku terduduk di sudut ruang, lalu mengoceh tentang kebodohan. Sungguh, kini bibirku bahkan tidak berminat terbuka. Tubuhku kaku. Aku tak mampu mendongak. Aku hanya bisa tertunduk dan pasrah. Jika tak bisa lagi kutahan rasa sakit ini, izinkan aku tertidur sebentar. Aku akan memejamkan mata dan mengistirahatkan hatiku.
Aku tertatih mengejarmu, menarik tanganmu dan memastikan kau masih bersamaku. Ya, kau masih bersamaku. Kau tegarkan aku laksana karang. Kau pastikan padaku bahwa kau tak akan berpaling. Dengan hati aku tidak mampu melihat sisi otakku. Aku tak mampu berpikir dan memilih. Sudah biarlah. Dia yang menggodamu dan kau tak tergoda, aku yang seharusnya menguatkanmu. Ya, aku yang telah lengah hingga wanita itu menyusup lalu menggodamu. Tegarlah sayang, kisah kita telah dikotorinya. Namun ini adalah ujian untuk hubungan kita. Biarlah kita memijaknya dan melangkah ke tempat yang lebih tinggi.
Aku ingin meraih tanganmu dan menggenggamnya seperti dahulu. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, seperti saat-saat bahagia kita biasanya. Kau dan aku. Hanya kau dan aku. Jika kita harus tertawa, sebaiknya bersama. Jika kita dilanda duka, sebaiknya berbagi. Berdiri dan genggamlah tanganku dengan alunan lagu kita. Kita. Rasa nyaman menyentuhku setiap kau mengucapkan kata “kita”. Karena kita lebih berarti daripada aku, karena kita lebih baik daripada kamu. Dalam ikatan doa, kita akan bersama. Yakinkan hatimu dan hatiku, biarlah mereka bersanding kembali, karena ada doa diantara kita.
Aku ingin di suatu malam, kita bersama. Terlentang diatas pasir dan memandang bintang, lalu menunjuk bintang kita. Aku ingin disuatu malam, aku dan kau duduk bersandar dan memperhatikan kerlip lampu kota dari sebuah puncak yang menyentuh awan. Aku ingin disuatu malam, kau dan aku berjalan menyusuri sebuah kota dengan bergandeng tangan. Aku ingin kau bersamaku setiap malam. Menghabiskan sisa hari kita bersama dalam tawa, membagi segala beban agar tak lagi terasa berat. Memastikan kita selalu bersama. Kita, sayang.

Wednesday, December 26, 2012

J A L A N G




     Tertegun aku melihat tingkah wanita ini. Dia mencoba menarik perhatianmu lalu memperhatikanmu sebaik mungkin. Dia belum melihat aku disampingmu, atau sebenarnya dia melihatku namun ia mengabaikannya karena apa yang ia tuju adalah dirimu. Entah, wanita macam apa dia. Aku hanya terdiam mengamatinya. Oh, rupanya dia menganggap kebaikanmu adalah respon positif untuknya. Tanpa ia tahu bahwa kau melakukan kebaikan untuk semua orang. Dan ketika kau tidak merespon perhatiannya, ia akan berusaha menarikmu dengan pertanyaan-pertanyaannya seputar kegiatan pendidikan. Wanita macam ini, kau tahu? aku tidak takut berhadapan dengannya karena aku tahu, ia tak sepadan denganku. Ia berusaha mendapatkanmu dengan cara-cara licik. Dengan diam-diam, dan dari belakang. Bodoh.
     Hey kau wanita jalang! Aku tak merasa diriku suci, namun setidaknya aku punya harga diri. Tidak seperti kau! Kau tidak mampu menarik perhatian lelaki lain yang belum mempunyai pasangan? Karena kau tak bisa bersaing? karena itu kau mau menarik perhatian lelakiku, mengemis padanya agar ia mau menjadikanmu yang kedua? Betapa kau licik dan munafik. Kau bukanlah wanita. Kau adalah iblis yang mempunyai vagina lalu mengaku sebagai seorang wanita yang bisa merasakan dan mempunyai hati. Seorang wanita setidaknya mempunyai harga diri untuk memperebutkan sesuatu yang lajang. Bersaing dengan wanita lain untuk mendapatkan, bukan merebut sesuatu yang telah menjadi hak orang lain, JALANG!!!!
     Lalu, ketika kau terpojok kau mengumbar kata-kata seakan kau adalah korban dari semua ini. Ya, aku hanya diam untuk saat ini. Tapi lihatlah, satu saat dimana aku akan berbicara. Semua orang akan memalingkan wajahnya kepadaku dan meludahimu. Kau kumpulkan beberapa teman dekatmu, lalu kau ajak mereka menyerangku. Kau pikir aku takut? Aku bukan wanita lemah sepertimu! Yang mengandalkan kata-kata dan bibir besar yang menggantung diwajahmu juga mengandalkan teman-teman bajinganmu. Kemari, kumpulkan kawan-kawanmu dan datangi aku. Kau akan melihat betapa lemahnya dirimu dan kawan-kawanmu menghadapiku. Karena aku tidak akan memanggil kawanku, bahkan saudaraku. Karena suatu saat mereka akan mendatangi kalian sendiri untuk mengucapkan salam balik dariku, tanpa kuminta.
     Kau bersolek layaknya pekerja lokalisasi. Kau bertingkah seolah menjual diri. Lihat saja, Beberapa hari ini kau akan hancur karena tingkahmu sendiri. Terkekang oleh asamu yang telah mati. Berkoar-koarlah sepuasmu karena aku dan lelakiku akan menutup lembar tentangmu, kami akan membuka lembaran baru. Karena ia mencintaiku. Karena aku mencintainya. Dan kau hanya debu yang mencoba mengotori kisah kami. Kini, kami telah meniupmu. Dan pergilah kau dengan kepinganmu. Bangsat.


W A N I T A



       Wanita adalah makhluk yang lemah, namun mampu membiaskan kelemahannya. Ia bersandar pada air mata yang mampu mengalirkan kesedihan miliknya. Menyembunyikan kesakitannya dengan diam. Wanita adalah makhluk yang selalu sombong dengan kekuatannya, padahal dibalik kesombongannya, air mata masih menjadi kekuatan terbaik. Wanita sanggup membagi hatinya untuk beberapa orang yang dikasihinya, dan mengatur ruang dihatinya agar semua yang dicintainya mendapatkan tempat terbaik. Tanpa disadarinya, ia lalu membagi hatinya untuk terlalu banyak orang hingga terkadang ia tak mampu menentukan mana yang benar-benar ia cintai.
       Wanita tak bisa mencintai orang yang mencintainya, ia pandai dalam mencintai dan membuat orang yang ia cintai kembali mencintainya. Namun tidak untuk menerima kebaikan, karena wanita lebih suka membagi kebaikan. Jika kau kira wanita akan terpesona dengan kebaikanmu padanya yang sangat berlebih, kau salah. Ia akan lebih tertarik dengan kebaikan berlebihmu yang kau curahkan untuk orang lain. Karena dengan begitu ia akan mampu membagi kebaikannya kepadamu, dan menerimamu sebagai orang yang akan diberikan kebaikannya untuk mengisi kekosonganmu yang telah kau bagikan kepada orang-orang.
       Sakitilah wanita! Dengan begitu ia tak akan mampu berpaling darimu. Ia akan mengemis agar kau tetap dengannya. Karena ia adalah kaum yang tidak bisa tersakiti, ia akan berusaha tetap denganmu. Agar ia bisa membalas kesakitannya. Jika belum berhasil menyakitimu, tak akan ia mau berpaling dari wajahmu. Jika ia masih belum bisa membalas kesakitannya kepadamu, ia akan menyakiti dirinya sendiri. Lalu mati.
       Jika kau mampu menuntunnya, ia akan menjadi berlian ditengah pergaulanmu. Jika tidak, kau bisa memandangnya dengan lebih seksama, ia akan menjadi setan berambut panjang dengan topeng kecantikan. Lihat, cobalah jamah hatinya yang hitam. Akan susah bagimu mencucinya, merabanya, bahkan menemukannya. Karena kesakitan hati seorang wanita tak akan pernah terbalaskan sebelum ia mampu melihat potongan tubuh musuhnya menjadi hiasan di rumahnya.
       Jika kau pernah mendengar bahwa wanita dominan dengan perasaan memang itu benar. Wanita akan mampu merasakan kesakitan yang akan diraihnya, namun seringnya ia tak mau menghindar. Ya, ia tak mau menghindar karena ia menyukai pertumpahan darah dan peperangan. Firasat wanita yang begitu tajam, mampu membaca dan melukai dirinya sendiri. Ya, lihatlah para wanita yang suka memakai topeng itu.

Tuesday, December 25, 2012

L E L A K I

       

       Bagiku lelaki adalah bajingan. Ia mampu membolak-balikkan hati para wanita dengan ringan. Lelaki yang (katanya) lebih menggunakan logika, nyatanya tak pernah memahami realita. Mengatasnamakan kerumitan perempuan sebagai candu. Ia mampu menjalin hubungan dengan satu perempuan, lalu esok akan mencari perempuan lain. Perempuan adalah candu baginya. Mudah dinikmati dan ada dimana-mana. Begitu mudah didapatkan. Bahkan terkadang tidak perlu membayar mahal, cukup dengan hanya mengatakan cinta, mengatasnamakan cinta. Lalu kenikmatan mampu diraupnya tanpa ada penyesalan, tanpa ada kesusahan.
       Lelaki yang (katanya) sempurna pun, pasti pernah menyakiti pasangannya. Jika tidak pada masanya, pasti dari masa lalunya. Jika tidak, berarti belum. Tunggu saja hingga kesakitan itu muncul dan mulai menggerogoti hati sang perempuan. Tentunya, setiap lelaki membutuhkan penghibur hati. Jika tak ditemukannya pada pasangannya, tenang saja ia tidak akan ragu menjamah daerah lokalisasi untuk meraihnya. Apalagi jika mereka tidak berteman dengan alkohol. Maka wanita adalah pilihan utama baginya. Ya, wanita memang lebih menggairahkan daripada sebotol chivas.
     Jika kau menjalin cinta dengan lelaki yang bersahabat dengan alkohol, jangan lagi kau larang ia menenggaknya sebab laki-laki membutuhkan sahabat dikala suntuk dan pilihannya hanya dua, alkohol atau wanita. Tidak percaya? Buktikan saja. Mungkin seperti ini, ketika mereka mendapatkan masalah mereka akan berusaha untuk menghilangkan kesusahan emosi mereka dengan cara menenggak alkohol. Untuk sejenak meredakan amarah dan mengumpulkan kepercayaan diri mereka. Biarkan saja, toh ia masih milikmu. Ketika ia tidak menemukan alkohol maka wanita lain adalah pilihan yang menggiurkan, karena dengan begitu ia mampu meredam emosinya dengan klimaks di penisnya, dan ia akan juga melupakanmu sejenak, yang terpenting kau telah membaginya dengan wanita lain.
       Tidak ada lelaki yang tidak tergiur ketika mendapatkan perhatian dari wanita lain. Ia akan berusaha menyimpan nama kekasihnya di sebuah lemari di hatinya, lalu ia kunci rapat agar tidak ada wanita lain yang mampu melihatnya, agar ia bisa menari bebas dengan wanita-wanita lalu mencumbui mereka satu persatu. Bercinta satu malam, lalu berpisah. Apa salahnya? toh hanya satu malam. Itu yang terkadang membuat lelaki mirip dengan kata brengsek, bangsat, atau juga bajingan.
       Tidak ada lelaki yang sempurna, jika kau lihat tubuhnya bagus maka ia merasa bahwa ia seksi dan kemudian lihatlah ia akan memantaskan wanita-wanita yang ingin bersanding dengannya dengan percobaan. Jika kau lihat perilakunya sempurna, begitupula ia menyimpan kebejatannya dengan dalam. Jika kau lihat ia pendiam, itu karena ia ingin terlihat menarik dan wanita-wanita tertarik padanya lalu dengan diam-diam pula ia akan menyenangkan banyak wanita. Jika kau lihat ia suka berbicara maka begitupula ia akan membicarakan dirinya yang penuh dengan kelebihan padahal kelebihan yang ia ceritakan tidak lebih dari sekedar kata.
Lelaki, kau begitu menarik. Tapi kau juga begitu busuk.