Hari Ke 8: Sakit pun ada Sehatnya
Sebelum detik ini kukira aku akan menceritakan tentang kemurnian
cinta, kekekalan cinta, keabadian cinta. Namun setelah detik ini aku menyadari
bahwasanya cintaku dengannya tidak murni, tidak kekal dan tidak abadi. Karena
cinta yang kurasakan adalah kepakan sebelah sayap. Karena cinta yang
kurasakan adalah jarak yang kupaksakan.
Karena aku meragukan ini adalah cinta.
Ya, setiap pasangan. Seperti kau, dia dan mereka. Pasti pernah
merasakan bagaimana bara cinta membakar hati kalian hingga tak mampu lagi kau lihat sekitar. Hingga tak mampu lagi
kau jamah kerabat dan teman. Segala nya
terasa indah dan lengkap cukup dengan menatapnya seharian. Begitu menjadi
candu, begitu menghantui pikir dan hatimu.
Seperti perlahan membangun singgasana di hati kalian, lalu
menyingkirkan orang lain selainnya agar dapat memperoleh kenikmatan.
Hingga akhirnya semua perlahan menghilang. Kau pun tak tahu
mengapa semua terjadi. Kau seakan tersadar
akan mabuk yang panjang. Kau raba sekitarmu dan mendapati sepi.
Semua telah menghilang bersama terbangun megahnya
singgasana cintamu. Namun kini raja yang kau banggakan bahkan telah
meninggalkanmu.
Membuaimu dengan janji yang telah diingkari. Lalu apalagi? Kau
menyesali? Ya, penyesalan perlahan menggerogoti.
Tangismu, sedihmu, dan kematian
masa mu akan memperkuatnya. Dan kebangkitanmu hanya akan melemahkannya.
Kau dan beribu lukamu, berlarilah! Jangan lagi kau kembali padanya. Bahkan
sekedar di dalam ingatan. Jangan lagi berusaha melupakannya karena itu berarti
kau harus mengingatnya dulu baru kau menanamkan kepada otakmu agar
melupakannya. Sama saja seperti kau ingin mengobati luka di tubuhmu. Kau harus
berusaha mencari luka itu, melihatnya berada dimana, mencari obat untuknya,
menyentuhnya untuk menyembuhkannya. Kau selalu bersentuhan dengan apapun yang
ingin kau lakukan, jadi jangan dilupakan. Cukup biarkan berlalu.
Biarlah ia mendapat ganjarannya dan kau mendapatkan kebahagiaanmu.
Kau tidak perlu menghilangkan rasa sakitmu, agar di masa mendatang
kau mampu merasakan bagaimana disakiti. Agar kau tidak jatuh di lubang yang
sama. Agar kau tidak sakit dengan cara yang sama. Setidaknya kau akan mampu
mempelajari mengenai kesedihan. Apalah arti kebahagiaan tanpa kesedihan
disampingnya? Dari kesedihan, rasa syukur itu timbul. Dari kebehagiaan,
pengabaian itu muncul.
Ya, dari segala kesakitan ini aku mampu belajar sesuatu. Tuhan
Menyayangiku. Tuhan pasti sedang memberikan porsi sakitku sekarang. Agar esok
aku tak lagi merasakannya. Agar esok adalah menjadi saat-saat bahagia yang
tiada tara bagiku. Tuhan Maha Baik. aku hanya perlu mempercayai itu dengan
kadar sebesar-besarnya.

No comments:
Post a Comment