Saturday, April 27, 2013

Diantara Waktu dan Tatapanmu

Diantara Waktu dan Tatapanmu


malam ini begitu syahdu
hai sang waktu, aku ingin bersajak kepadamu
tentang seseorang yang sering menatapku.
aku berharap roda kaca yang membatasi tak lagi mengganggu.

hai sang waktu, aku ingin jujur padamu,
jika kelak aku terkekang nada sebuah lagu,
ingatkan aku tuk berputar dan tidak menjadi gagu.
rengkuh aku diantara berpendarnya cahaya lampu.

kelak aku ingin menggenggam tubuhnya.
menatap tajam mata yang penuh logika.
imajinasi terbuka dan penuh warna.
dia begitu mempesona.. 

mungkin dibawah rembulan aku membalaskan dendam
mengecup garis tegas bibir dibawah malam
beradu diantara picikmu, memabukkan kalbu yang temaram.
melumat kesombongan atas ketampanan yang terpendam.

bersandarlah, pijaklah sebentar kediamanku.
rasakan saja sendu.
aku telah menyiapkan segala rindu,
untuk dibagi denganmu.

tatapan yang kubagi dengan sendu,
tak hanya hampa yang berakhir lusuh.
yang kuharap kau kan tahu,
bahkan diantara langit-langit yang terbentang, aku merindu.

-membagi tinta disaat malam mulai lusuh, CDMA-



Thursday, April 11, 2013

pernahkah kamu?

PERNAHKAH KAMU?



.pernahkah kau kehilangan sebuah cinta yang sedang membara di jiwa mu?
.pernahkah kau merasa terkhianati sesuatu yang belum tentu benar adalah milikmu?
.pernahkah kau percaya pada satu cinta yang selalu menemani harimu?
.pernahkah kau merasa hilang ketika menemukan kenyataan yang mendustaimu?
.pernahkah terbayang ketika seseorang yang memberimu alasan untuk bangun di pagi hari berjalan dengan pasangannya di depanmu lalu tersenyum dan mengatakan "aku tidak sendiri lagi" , seakan-akan dirimu hanyalah teman biasa baginya.
.setelah keistimewaan hari kalian yang dia beri untukmu dipastikannya, bahwa sesungguhnya kalian bukanlah apa-apa. bukan itu, bahwa kalian hanyalah sederhana. tidak rumit seperti apa yang kau pikirkan. bahwa kalian adalah teman. sahabat. dan tidak akan menjadi lebih. karena telah ada seseorang di hatinya. dan itu bukan kamu.

.ketika kau mulai merasa ada yang indah di harimu, ketika matahari tak lagi menjadi musuhmu, ketika pergantian hari adalah anugrah bagimu, lalu di satu malam kenyataan menghancurkannmu...
.kenyataan memberimu alasan untuk marah kepada dirimu sendiri, kenyataan memberimu alasan untuk menangis dan marah, kenyataan menyadarkanmu bahwa kamu adalah satu-satu nya orang yang paling bodoh dengan mencintai seseorang yang tidak seharusnya kau cintai...
.tahukah kau apa yang seharusnya kau lakukan sekarang?
.ketika waktu tak lagi berpihak padamu.
.ketika sebuah keputusan menghancurkanmu dan pilihan ada di depanmu.
.adakah kejernihan di pikiranmu untuk memilih ?

-dari catatan lalu, 81210-

HEY KAU

Hey Kau !



.hey kau !
.yang berjubah putih...
.mengapa hanya diam di sudut sana?
.dan mengapa kau terus memandangiku?
.adakah yang salah dengan diriku?
.adakah yang berbeda dengan ku?
.hey kau !
.jawablah pertanyaanku !
.aku tak melantunkan kata disini ,
.aku hanya bertanya .
.dan kau harus menjawab !
.hey kau !
.mengapa memalingkan muka ?
.terlalu hina kah pertanyaanku ?
.atau... kau tak ingin kutemukan jawaban di raut wajahmu ?
.lihat aku !
.ayo lihat aku !!!
.lihat aku saja , tatap mataku !
.jangan kau buatku terambing dalam penasaran !
.apa yang ada di mata mu itu ?
.cerca atau maki untukku ?
.kasih atau rindu padaku ?
.jika bibirmu tak mampu menjelaskan,
.tatap mataku !
.bicara dengan hatimu .
.hey...
.hey kau...
.apa karena benang merah di kelingkingku ini?
.oh, ini?
.sudahlah..
.tak tau juga dimana benang ini berakhir...
.tersenyumlah,
.hey kau..
.tersenyumlah meski dengan air mata..

-dari catatan lalu, 26311-

AKU , SEORANG REMAJA

 AKU 
SEORANG REMAJA


. aku , seorang remaja dengan tampang pas-pas an. 
mengarungi jalan setiap malam. melawan angin dikala siang , panas terik sang api merangsang keringat semakin gencar keluar dari tubuhku kala siang . 

aku seorang remaja tanpa pikiran . 
hanya mengandalkan angan dan harapan . 
tidak tau arti sopan dan kekuasaaan . 

setiap hari yang aku tahu hanya berjalan dan mengisahkan diriku di pepohonan , mengukir cerita hidupku .
tanpa percintaan , di batang-batang yang menjulang . akulah remaja tanpa arah tapi bertujuan ! 
menyongsong masa depan dengan kesederhanaan . 
pemikiran , kubiarkan semua berjalan .. 
memberikanku sebuah arti kehidupan . lalu ku simpan . dan kutunggu fajar datang untuk kuceritakan . 

akulah sang petualang . 
penikmat mimpi hingga sabang . 
ini negaraku . 
aku ingin semua menjadi apa yang seharusnya terjadi tanpa ada paksaan , tapi untuk kebaikan . kemiskinan , keberadaan , tak bisa kutepiskan . ini memang nyata . realita . 
jalan hidup yang aku pilìh adalah ini . 
memakan kemiskinan dan memuntahkan segala kemunafikan . 
semua tampak normal sejenak . tak disangka dibalik ketenangan tersimpan beribu kebobrokan moral . 
tak ada rasa kasihan ! hanya ada berita gusuran , janji janji kotang !
.aku , hanya ingin menjadi aku dengan ribuan harapan yang akan ku realita kan .





-dari catatan lalu, 28129-

UNTUKMU

UNTUKMU


.dingin merasuk melilit di tulangku disaat rindu ini menggebu bersamamu..
.menginginkanmu dalam malam yang begitu sepi tanpamu..
.mencekik segala rasa bahagia tuk mencuat memeluk bayangmu..
.menerpa fatamorgana yang kuinginkan denganmu...

.hujan, kuharap kau membasahi diriku..
.membekukan hatiku yang mulai memutih..
.menunjukkan ku jalan tuk bertemu dengannya meskipun jarak di depan mata..

.peluklah aku dalam kaku,
.hangatkan aku dengan wajahmu,
.rengkuhlah rinduku untukmu cinta...

.mungkin kata tak akan pernah bermakna,
.namun sesungguhnya hanya ini yang kini kupunya..
.tuk biarkanmu mengetahui satu;
.aku mencintaimu... :)


-dari catatan lalu, 6711-

Sunday, April 7, 2013

Kita Tak untuk Satu

Kita Tak untuk Satu



Yang aku tahu saat menatapmu, ada sebuah pesan yang ingin kau sampaikan. Namun aku tak dapat memahaminya. Benarkah? Atau hanya asa ku yang memaksa untuk mengerti detail dirimu?

Salahkan aku, keadaan yang menuntunku berjalan menaungi kisah hidupmu. Rasa ingin tahuku yang melebihi batas wajar, yang terus menghantuimu, bukan salahmu! Bukan salah keadaan! Salahku. Yang mempermainkan keadaan dan memanfaatkan kehadiranmu. 

Namun membuat diriku terpojok dengan menyalahkan rasa ini tidak akan pernah berguna. Udara telah merekam segala laku kita. Ia tahu, mengapa kau pantas menerima rasa ini.

Jika nanti aku tenggelam alam alur hidupku, jangan kau pikir aku lupa tentang ceritamu. Kisahmu telah kusimpan rapi dalam salah satu almari di hati. Untuk menggenggam tatapan tajam mata sinismu, salah satu yang meluluhkanku.

Berlarilah sekuatmu, aku selalu memperhatikan punggungmu. Dan mengimajinasikan satu saat aku dapat meloncat keatasnya, memelukmu dari belakang. Namun kau tertawa riang. Dengan canda seperti kau dengan lainnya.

Tidak perlu ku bersedih terseok meniti jejakmu. Ribuan wanita lain juga kan melakukannya, jika akirnya dapat bersanding disampingmu. Namun kau dan aku tahu, takdir menggariskan perbedaan di ujung jalan kita. Jadi kau tak perlu takut berakhir denganku.

sekilas



Aku terkebiri oleh rasa sedihku sendiri.
Mengenangmu dengan pasti.
Sekilas tampak bahagia di sudut bibirmu.
Meyakinkanku, kau telah menemukannya.
Apa yang sedari dulu kuhianati, adalah kenyataan yang terpatri.
Kini waktu membentakku berani, meyakinkanku.
Bahwa tak perlu aku mencintai.
Bahwa cukup aku memuji.
Bahwa rasa ini tak kan pernah mati.