Aku terkebiri oleh rasa sedihku sendiri.
Mengenangmu dengan pasti.
Sekilas tampak bahagia di sudut bibirmu.
Meyakinkanku, kau telah menemukannya.
Apa yang sedari dulu kuhianati, adalah kenyataan yang
terpatri.
Kini waktu membentakku berani, meyakinkanku.
Bahwa tak perlu aku mencintai.
Bahwa cukup aku memuji.
Bahwa rasa ini tak kan pernah mati.

No comments:
Post a Comment