Wanita adalah makhluk yang lemah, namun mampu membiaskan kelemahannya. Ia bersandar pada air mata yang mampu mengalirkan kesedihan miliknya. Menyembunyikan kesakitannya dengan diam. Wanita adalah makhluk yang selalu sombong dengan kekuatannya, padahal dibalik kesombongannya, air mata masih menjadi kekuatan terbaik. Wanita sanggup membagi hatinya untuk beberapa orang yang dikasihinya, dan mengatur ruang dihatinya agar semua yang dicintainya mendapatkan tempat terbaik. Tanpa disadarinya, ia lalu membagi hatinya untuk terlalu banyak orang hingga terkadang ia tak mampu menentukan mana yang benar-benar ia cintai.
Wanita tak bisa mencintai orang yang mencintainya, ia pandai dalam mencintai dan membuat orang yang ia cintai kembali mencintainya. Namun tidak untuk menerima kebaikan, karena wanita lebih suka membagi kebaikan. Jika kau kira wanita akan terpesona dengan kebaikanmu padanya yang sangat berlebih, kau salah. Ia akan lebih tertarik dengan kebaikan berlebihmu yang kau curahkan untuk orang lain. Karena dengan begitu ia akan mampu membagi kebaikannya kepadamu, dan menerimamu sebagai orang yang akan diberikan kebaikannya untuk mengisi kekosonganmu yang telah kau bagikan kepada orang-orang.
Sakitilah wanita! Dengan begitu ia tak akan mampu berpaling darimu. Ia akan mengemis agar kau tetap dengannya. Karena ia adalah kaum yang tidak bisa tersakiti, ia akan berusaha tetap denganmu. Agar ia bisa membalas kesakitannya. Jika belum berhasil menyakitimu, tak akan ia mau berpaling dari wajahmu. Jika ia masih belum bisa membalas kesakitannya kepadamu, ia akan menyakiti dirinya sendiri. Lalu mati.
Jika kau mampu menuntunnya, ia akan menjadi berlian ditengah pergaulanmu. Jika tidak, kau bisa memandangnya dengan lebih seksama, ia akan menjadi setan berambut panjang dengan topeng kecantikan. Lihat, cobalah jamah hatinya yang hitam. Akan susah bagimu mencucinya, merabanya, bahkan menemukannya. Karena kesakitan hati seorang wanita tak akan pernah terbalaskan sebelum ia mampu melihat potongan tubuh musuhnya menjadi hiasan di rumahnya.
Jika kau pernah mendengar bahwa wanita dominan dengan perasaan memang itu benar. Wanita akan mampu merasakan kesakitan yang akan diraihnya, namun seringnya ia tak mau menghindar. Ya, ia tak mau menghindar karena ia menyukai pertumpahan darah dan peperangan. Firasat wanita yang begitu tajam, mampu membaca dan melukai dirinya sendiri. Ya, lihatlah para wanita yang suka memakai topeng itu.

No comments:
Post a Comment