Wednesday, December 26, 2012

J A L A N G




     Tertegun aku melihat tingkah wanita ini. Dia mencoba menarik perhatianmu lalu memperhatikanmu sebaik mungkin. Dia belum melihat aku disampingmu, atau sebenarnya dia melihatku namun ia mengabaikannya karena apa yang ia tuju adalah dirimu. Entah, wanita macam apa dia. Aku hanya terdiam mengamatinya. Oh, rupanya dia menganggap kebaikanmu adalah respon positif untuknya. Tanpa ia tahu bahwa kau melakukan kebaikan untuk semua orang. Dan ketika kau tidak merespon perhatiannya, ia akan berusaha menarikmu dengan pertanyaan-pertanyaannya seputar kegiatan pendidikan. Wanita macam ini, kau tahu? aku tidak takut berhadapan dengannya karena aku tahu, ia tak sepadan denganku. Ia berusaha mendapatkanmu dengan cara-cara licik. Dengan diam-diam, dan dari belakang. Bodoh.
     Hey kau wanita jalang! Aku tak merasa diriku suci, namun setidaknya aku punya harga diri. Tidak seperti kau! Kau tidak mampu menarik perhatian lelaki lain yang belum mempunyai pasangan? Karena kau tak bisa bersaing? karena itu kau mau menarik perhatian lelakiku, mengemis padanya agar ia mau menjadikanmu yang kedua? Betapa kau licik dan munafik. Kau bukanlah wanita. Kau adalah iblis yang mempunyai vagina lalu mengaku sebagai seorang wanita yang bisa merasakan dan mempunyai hati. Seorang wanita setidaknya mempunyai harga diri untuk memperebutkan sesuatu yang lajang. Bersaing dengan wanita lain untuk mendapatkan, bukan merebut sesuatu yang telah menjadi hak orang lain, JALANG!!!!
     Lalu, ketika kau terpojok kau mengumbar kata-kata seakan kau adalah korban dari semua ini. Ya, aku hanya diam untuk saat ini. Tapi lihatlah, satu saat dimana aku akan berbicara. Semua orang akan memalingkan wajahnya kepadaku dan meludahimu. Kau kumpulkan beberapa teman dekatmu, lalu kau ajak mereka menyerangku. Kau pikir aku takut? Aku bukan wanita lemah sepertimu! Yang mengandalkan kata-kata dan bibir besar yang menggantung diwajahmu juga mengandalkan teman-teman bajinganmu. Kemari, kumpulkan kawan-kawanmu dan datangi aku. Kau akan melihat betapa lemahnya dirimu dan kawan-kawanmu menghadapiku. Karena aku tidak akan memanggil kawanku, bahkan saudaraku. Karena suatu saat mereka akan mendatangi kalian sendiri untuk mengucapkan salam balik dariku, tanpa kuminta.
     Kau bersolek layaknya pekerja lokalisasi. Kau bertingkah seolah menjual diri. Lihat saja, Beberapa hari ini kau akan hancur karena tingkahmu sendiri. Terkekang oleh asamu yang telah mati. Berkoar-koarlah sepuasmu karena aku dan lelakiku akan menutup lembar tentangmu, kami akan membuka lembaran baru. Karena ia mencintaiku. Karena aku mencintainya. Dan kau hanya debu yang mencoba mengotori kisah kami. Kini, kami telah meniupmu. Dan pergilah kau dengan kepinganmu. Bangsat.


No comments:

Post a Comment