Tuesday, December 25, 2012

L E L A K I

       

       Bagiku lelaki adalah bajingan. Ia mampu membolak-balikkan hati para wanita dengan ringan. Lelaki yang (katanya) lebih menggunakan logika, nyatanya tak pernah memahami realita. Mengatasnamakan kerumitan perempuan sebagai candu. Ia mampu menjalin hubungan dengan satu perempuan, lalu esok akan mencari perempuan lain. Perempuan adalah candu baginya. Mudah dinikmati dan ada dimana-mana. Begitu mudah didapatkan. Bahkan terkadang tidak perlu membayar mahal, cukup dengan hanya mengatakan cinta, mengatasnamakan cinta. Lalu kenikmatan mampu diraupnya tanpa ada penyesalan, tanpa ada kesusahan.
       Lelaki yang (katanya) sempurna pun, pasti pernah menyakiti pasangannya. Jika tidak pada masanya, pasti dari masa lalunya. Jika tidak, berarti belum. Tunggu saja hingga kesakitan itu muncul dan mulai menggerogoti hati sang perempuan. Tentunya, setiap lelaki membutuhkan penghibur hati. Jika tak ditemukannya pada pasangannya, tenang saja ia tidak akan ragu menjamah daerah lokalisasi untuk meraihnya. Apalagi jika mereka tidak berteman dengan alkohol. Maka wanita adalah pilihan utama baginya. Ya, wanita memang lebih menggairahkan daripada sebotol chivas.
     Jika kau menjalin cinta dengan lelaki yang bersahabat dengan alkohol, jangan lagi kau larang ia menenggaknya sebab laki-laki membutuhkan sahabat dikala suntuk dan pilihannya hanya dua, alkohol atau wanita. Tidak percaya? Buktikan saja. Mungkin seperti ini, ketika mereka mendapatkan masalah mereka akan berusaha untuk menghilangkan kesusahan emosi mereka dengan cara menenggak alkohol. Untuk sejenak meredakan amarah dan mengumpulkan kepercayaan diri mereka. Biarkan saja, toh ia masih milikmu. Ketika ia tidak menemukan alkohol maka wanita lain adalah pilihan yang menggiurkan, karena dengan begitu ia mampu meredam emosinya dengan klimaks di penisnya, dan ia akan juga melupakanmu sejenak, yang terpenting kau telah membaginya dengan wanita lain.
       Tidak ada lelaki yang tidak tergiur ketika mendapatkan perhatian dari wanita lain. Ia akan berusaha menyimpan nama kekasihnya di sebuah lemari di hatinya, lalu ia kunci rapat agar tidak ada wanita lain yang mampu melihatnya, agar ia bisa menari bebas dengan wanita-wanita lalu mencumbui mereka satu persatu. Bercinta satu malam, lalu berpisah. Apa salahnya? toh hanya satu malam. Itu yang terkadang membuat lelaki mirip dengan kata brengsek, bangsat, atau juga bajingan.
       Tidak ada lelaki yang sempurna, jika kau lihat tubuhnya bagus maka ia merasa bahwa ia seksi dan kemudian lihatlah ia akan memantaskan wanita-wanita yang ingin bersanding dengannya dengan percobaan. Jika kau lihat perilakunya sempurna, begitupula ia menyimpan kebejatannya dengan dalam. Jika kau lihat ia pendiam, itu karena ia ingin terlihat menarik dan wanita-wanita tertarik padanya lalu dengan diam-diam pula ia akan menyenangkan banyak wanita. Jika kau lihat ia suka berbicara maka begitupula ia akan membicarakan dirinya yang penuh dengan kelebihan padahal kelebihan yang ia ceritakan tidak lebih dari sekedar kata.
Lelaki, kau begitu menarik. Tapi kau juga begitu busuk.

No comments:

Post a Comment